Friday, September 25, 2015

Hari Pertama 30 Hari Jelajah Celebes

Ini adalah perjalanan seorang diri melintasi 6 propinsi, 6 kota besar dan lebih dari 50 kabupaten/kota di pulau Sulawesi dengan mengendarai sepeda motor selama lebih dari 30 hari.

Sebuah impian masa kecil untuk menjejakkan kaki di seluruh tanah pulau Sulawesi akhirnya terwujud. Impian yang sudah lama terpendam namun tak pernah terwujud karena berbagai macam alasan, mulai dari rutinitas pekerjaan, keluarga sampai masalah dana. Namun, Kamis 27 Februari 2014 akhirnya impian tersebut dimulai, 30 Hari Jelajah Celebes.
Suatu malam di bulan November 2013, saya bersama istri sedang menonton program acara di sebuah televisi swasta Nasional yang membahas tentang seorang traveler yang membuat buku setelah berkeliling di pulau Sumatera. Dari tontonan tersebut akhirnya memunculkan kembali impian lamaku untuk juga berkeliling Sulawesi dan hasil dari perjalanan tersebut juga nantinya akan dibuatkan buku. Iseng saya sampaikan maksud tersebut ke istri, yang tanpa diduga ternyata merestui keinginan tersebut. Akhirnya, yang menjadi kendala terbesar selama ini (keluarga) sudah mengiyakan, selanjutnya adalah dana. Proposal pun saya buat dan satu persatu saya tawarkan ke beberapa sponsor. Alhamdulillah direspon dengan baik oleh 11 pihak di antaranya:


Telkomsel Area Pamasuka / @Tsel4U

Radio Madama 87,7 FM @madamaradio

Travelta / @travelTa_

Chambers Distro (Divisi Chambers Book) / @chmbrs

Keiko Shop Makassar / @KeikoShop_Mksr

Percetakan Bengkel Kaos / @BengkelKaos

Ria Miranda Shop Makassar / @RiaMirandaMKSR

Le Jameela Shop Makassar / @le_jameela

Budapest Durian Makassar / @BudapestDurian


Macenning / @macenning_


Setelah melewati proses panjang dan penundaan selama tujuh kali, akhirnya perjalanan 30 Hari Jelajah Celebes pun dimulai dari gedung miring telkomsel jalan AP. Pettarani Makassar pada hari Kamis 27 Februari 2014 pukul 11.00 wita. Dengan mengendarai sepeda motor Bajaj Pulsar 135 keluaran tahun 2010 perjalanan pun dimulai dengan membelah kota Makassar yang sedang cerah hari itu.

Tidak ada destinasi utama di hari pertama ini, setelah meninggalkan kota Makassar, perjalanan hari pertama akan langsung menuju ke kota Pare-pare. Hanya beberapa destinasi umum yang sempat disinggahi di antaranya sebuah pulau kecil nan unik di daerah Barru.

Pulau tersebut bernama pulau Putianging, berjarak sekitar 1 Mil dari dermaga Polejiwa desa Tellumpanua kecamatan Tanete Rilau kabupaten Barru. Bila dilihat sekilas tidak ada yang istimewa dari pulau tersebut, sama seperti pulau-pulau yang berada tak jauh dari lepas pantai pada umumnya. Namun bila anda berada di atas pesawat yang menuju ke utara (Palu, Manado, Gorontalo dan Luwuk) kemudian melihat ke bawah di sekitar kota kecil Pekkae kabupaten Barru, atau bila anda melihat peta Sulawesi melalui aplikasi google earth atau aplikasi sejenisnya, maka anda akan melihat sebuah pulau kecil dengan gugusan karang di sekitarnya yang berbentuk hati (love), itulah pulau Putianging.

Sebelumnya, di kabupaten Pangkajene Kepulauan atau lebih dikenal dengan nama kabupaten Pangkep, saya menikmati makan siang dengan kuliner khas Pangkep, ikan bakar dan sop saudara. Kuliner tersebut memang sangat melekat dengan daerah ini. Daerah ini memang dikenal sebagai penghasil ikan bandeng terbesar di Sulawesi selatan, tambak warga yang luas sertah kebutuhan nutrisi ikan bandeng tersaji dengan maksimal di daerah ini.

Sore hari, setelah melintasi jarak sekitar 100 KM, saya beristirahat sejenak memanjakan diri di sebuah persinggahan di daerah Bojo di wilayah kota Pare-pare. Tempat tersebut sebenarnya adalah kawasan SPBU yang bagian belakangnya disulap menjadi resting area. Sebuah warung makan dengan beberapa bale-bale tempat pengunjung berbaring untuk sejenak meluruskan badan, menjadi magnet utama bagi warga pengguna jalan yang melintas di trans Sulawesi. Harga menunya juga sangat bersahabat untuk semua kelas.

Pukul 17.00 saya pun tiba di kota Pare-pare, tujuan pertama adalah berkunjung ke kantor polres kota Pare-pare, tapi karena sudah sore jadi sebagian besar staf polres kota Pare-pare sudah meninggalkan kantor, akhirnya saya hanya bertemu dengan beberapa petugas lantas polres Pare-pare. Setelah bertemu, meminta tanda tangan dan berfoto bersama Kepala Urusan Bin Ops Lantas Polres Pare-pare Bapak Iptu Djamaluddin Kasim, perjalanan pun saya lanjutkan ke Grapari Telkomsel Pare-pare. Sekedar bersilaturrahmi dengan staf Grapari Telkomsel yang juga sebagai salah satu sponsor ekspedisi 30 Hari Jelajah Celebes.

Senja di kota Pare-pare saya habiskan dengan menikmati sunset ditemani segelas jus alvokad di tepi pantai Senggol. Suasana yang tenang tak seramai kota Makassar, mengingatkan saya akan kota Makassar 11 tahun yang lalu waktu pantai Losari masih dipenuhi dengan tenda-tenda warung sehingga digelari warung terpanjang di dunia.

Ditulis di Pare-pare, 27 Februari 2014

*Lanjut baca "Hari Kedua 30 Hari Jelajah Celebes"

No comments: