Wednesday, January 15, 2014

Dasar Dasar Survival

Apa yang akan anda lakukan bila berada di tengah hutan yang asing, sendirian tanpa alat komunikasi, makanan, obat-obatan dan segala yang anda butuhkan? Survive! Yaa itulah jawabannya, anda harus bertahan hidup dengan memanfaatkan apa yang alam sediakan.
Pada dasarnya manusia dianugerahi insting untuk bertahan hidup, namun alangkah baiknya bila kita membekali diri dengan pengetahuan survival. Sebab, kita tak akan tahu kapan bencana/musibah menimpa?
Survival adalah kemampuan untuk dapat bertahan hidup dari keadaan yang kurang menguntungkan, sampai terjalin komunikasi dengan pihak luar. Survival dapat juga diartikan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dan keluar dari keadaan yang sulit atau kritis. 

Batas kemampuan manusia dalam berusaha adalah ketika PINGSAN atau MATI, sebelum hal itu terjadi maka pantang bagi kita untuk putus asa!
Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain :
       Keadaan alam (cuaca dan medan)
       Keadaan mahluk hidup di sekitar kita (binatang dan tumbuhan)
       Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)
       Banyaknya kesulitan-kesulitan biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri

Dalam ilmu survival dikenal prinsip S.T.O.P yaitu:
S : Stop & Seating (berhenti dan duduklah), jangan gegabah untuk bertindak, pertimbangkan kondisi fisik. Sebaiknya mencari tempat yang nyaman, duduk dan mengatur nafas agar tenang.
T : Thinking (berpikirlah), setelah tenang barulah kita berfikir untuk melakukan tahap berikut.
O : Observe (amati keadaan sekitar), tempat berlindung dari cuaca, hujan, binatang buas. Serta apa saja yang bisa dimakan?
P : Planning (rencana) buatlah rencana mengenai tindakan yang akan dilakukan selanjutnya

Aspek yang muncul dalam menghadapi survival:
       Psikologis: panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, bosan, putus asa dan lain-lain
           Pengaruh psikologis yang disebabkan karena perasaan terasing.
       Fisiologis: sakit, lapar, haus, luka, lelah dan lain-lain.
           Pengaruh fisiologis yang disebabkan karena kelelahan & kurang tidur
       Lingkungan: panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna dan sebagainya.
 
Survival Kit:
Saat anda akan bepergian, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan Survival Kit, yaitu peralatan-peralatan yang akan membantu anda saat berada dalam kondisi survive. Wadah Survival Kit bisa dari tas kecil, kotak atau wadah lain yang kecil dan praktis dibawa.
Survival Kit terdiri dari:
       Korek api
       Lilin
       Batu api
       Kaca pembesar
       Jarum & benang
       Kail & senar
       Kompas
       Senter
       Kawat jerat
        Kawat gergaji
        Pisau
        Tali
        Obat-obatan seperti: (analgetik, anti mencret, anti gatal, anti malaria dan anti biotik)

Pengetahuan Wajib Survival:

1.       Cara Memperoleh Air

Dalam keadaan survival, air merupakan faktor terpenting dan lebih penting dari faktor lainnya. Manusia dapat bertahan hidup dengan air saja hingga 3 minggu, tapi manusia hanya mampu bertahan hidup tanpa air hanya 3 – 5 hari. 

Air dibedakan 2 macam:
  • Air yang tidak perlu dimurnikan, cirinya: tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Contoh: air minum, air dari rotan, air dari tanaman bunga, lumut dan daun-daun lebar.
  • Air yang perlu dimurnikan, cirinya: berbau, berwarna dan berasa. Contoh: air sungai besar, air di daerah berbatu, air di daerah kering, air dari batang pisang.
Sumber air yang dapat langsung diminum: 
  • Air hujan, dengan menadah, menggali lubang & melapisinya dengan plastik atau tanah liat.
  • Air dari tumbuhan.
  • Air embun.
  • Dengan memanfaatkan uap air dari tanah.
Cara menyaring air:
       Dengan baju kaos yang berlapis. Lebih bagus kaos yang berwarna putih karena akan terlihat jelas bila kaos penyaring tersebut kotor.
       Dengan menggunakan bambu+kerikil+ijuk yang disusun sedemikian rupa dalam satu wadah.
       Cara lain dengan mengendapkan air tersebut selama 24 jam.

2.       Cara Membuat Api 

Fungsi api dalam survival diantaranya sebagai penghangat tubuh, penerang, menjauhkan binatang buas, memasak, memberi tanda atau kode dan lain-lain. Jangan membuat api yang besar, buat yang kecil tapi banyak biar fungsi di atas maksimal dan agar panasnya merata.
Cara membuat api:
  1. Memantik, dengan menggesekkan 2 buah benda padat/keras
  2. Gergaji api (Fire Saw) dengan menggesekkan 2 batang kayu seperti sedang menggergaji
  3. Fire tong, menggunakan kulit kayu atau rotan kering yang digesek di pohon/kayu kering

3.       Cara Membuat Bivak/Shelter

Bivak adalah tempat perlindungan sementara dari dalam keadaan kritis atau darurat dalam suatu perjalanan atau pengembaraan. Tujuan membuat perlindungan adalah mendapatkan kenyamanan dalam keadaan darurat untuk melindungi diri dari faktor alam dan lingkungan.
Bivak terbagi 2:
  1. Bivak alam: pohon (pucuk), daun-daun, gua (lobang)
  2. Bivak modern (ponco)
Jenis bivak yang dapat dibuat:
       Bivak standar, adalah bivak yang dengan tali diikat dan direntangkan antara 2 pohon, kemudian diatasnya ditaruh parasut.
       Bivak sisi terbuka yaitu dengan cara merontokkan batang-batang kayu dan daun-daun.
Yang perlu diperhatikan sebelum mendirikan bivak:
       Tempat harus datar/rata/enak buat tidur.
       Bukan merupakan jalan hewan,manusia atau air.
       Jangan di bawah pohon yang sudah tua/lapuk atau di bawah tebing yang labil serta jangan terlalu merusak alam sekitar.
       Dekat dengan sumber air, bukan sarang nyamuk/serangga juga tanaman busuk karena tempat itu tidak sehat dan kurang aman.
       Bukan di tepi sungai.
       Terlindung langsung dari angin.
       Aman dari ancaman hewan atau keganasan alam (banjir, lahar,longsor)
       Antisipasi dengan membuat parit di sekeliling bivak, tebarkan garam, buat api unggun dan lain-lain.

4.       Cara Mendapatkan Makanan 

Patokan memilih makanan dari tanaman:
       Tanaman yang dimakan kera juga bisa di makan manusia.
       Hati-hati pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok.
       Hindari makanan yang mengeluarkan getah putih seperti sabun, kecuali sawo.
 
Tips mencoba tanaman yang bisa dimakan:
       Tanaman yang akan dimakan sebaiknya dicoba dulu dengan mengoleskan pada tangan, lengan, belakang telinga, bibir, dan lidah. Tunggu beberapa saat, bila aman dan tanpa reaksi negative pada kulit maka tanaman tersebut bisa dimakan.
       Hindari makan tanaman yang rasanya pahit atau asam.

Bagian tumbuhan yang dapat dimakan:
       Dari batangnya: Bagian tengah batang pohon pisang (putihnya), Bambu yang masih muda (rebung), Pakis dalamnya berwarna putih, Sagu dalamnya berwarna putih, Tebu.
       Dari daunnya: Selada air, Rasamala (yang masih muda), Daun melinjo, Daun singkong.
       Dari akar dan umbi: Ubi jalar, Talas, Singkong.
       Dari buahnya: Arbei, Asam jawa, Juwet.
       Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya: Jamur merang, jamur kayu.
 
Cara lain mendapatkan makanan adalah dengan membuat trap/perangkap
Macam-macam perangkap:
       Perangkap model menggantung
       Perangkap tali sederhana
       Perangkap lubang jerat
       Perangkap menimpa
       Bahan-bahan perangkap: Tali/kawat, umpan, batang kayu, cabang pohon.

Memasak tanpa panci, memasak bisa dilakukan dengan menggunakan:
  • Bambu, seperti membuat lemang, atau dengan membelah/membuka ¼ bagian bamboo kemudian dijadikan wadah memasak.
  • Kelapa muda, dengan memasukkan beras ke dalam lobang yang dibuat di bagian atas kelapa. Kemudian masukkan air dan setelah itu dibakar sampai nasi masak.
  • Kaos kaki, cuci sampai bersih kemudian masukkan beras ke dalam kaos. Buat lobang di tanah, kemudian masukkan kaos tersebut. Buat api unggun di atas lobang.
  • Bungkusan daun & tanah liat, beras yang sudah dicuci kemudian dibungkus daun dan tanah liat pada lapisan berikutnya. Setelah itu dibakar.
  • Kaleng bekas, sama seperti menggunakan wadah panic.

5.       Pengetahuan Orientasi Medan
  • Membaca koordinat
  • Menentukan koordinat
  • Menggunakan GOOGLE EARTH
  • Menggunakan aplikasi OUTDOOR NAVIGATION

  1. Cara Mengatasi Gangguan Binatang
  2. Cara Mencari Pertolongan
Untuk point 5, 6 dan 7 akan saya bahas di lain kesempatan.

No comments: