Saturday, October 5, 2013

Semalam Di Pulau Kodingareng Keke

Sabtu pagi 21 September 2013, 24 orang rombongan @Jalan2Seru_Mksr sudah memenuhi salah satu dermaga di pelabuhan rakyat Paotere.
Setelah bernegosiasi dengan Bapak Muhaji sang pemilik perahu mereka pun sibuk mengatur barang bawaan ke dalam palka perahu, begitu juga dengan persediaan air tawar, tak kurang ada enam galon yang mereka siapkan.
Tepat pukul 09:45 perahu P. BADI dengan kapasitas hingga 30 orang tersebut mulai melaju membelah ombak selat Makassar menuju ke arah barat daya ke Pulau Kodingareng Keke. Menurut salah satu kru perahu, dalam kondisi normal (ombak tidak besar) perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, dengan estimasi jarak 15 KM berarti kecepatan perahu sekitar 30 Km /jam, tapi saat kami berangkat katanya kondisi angin dan ombak sedang ganas-ganasnya di perairan selat Makassar.

Betul saja, baru sekitar 5 menit kami berlayar, guncangan demi guncangan mulai kami rasakan. Tenda-tenda di lambung kiri kanan perahu yang tadinya digulung kini mulai dibuka untuk menghalangi percikan air laut. Di luar tampak buih putih hampir merata di semua puncak ombak, itu pertanda bahwa angin betul-betul kencang saat itu. Dari perkiraan, ketinggian ombak berkisar antara 1 – 2 meter, cukup membuat beberapa dari kami memuntahkan sebagian isi perut.

                 SONY DSC

Detik detik selanjutnya ombak semakin menggila, ditambah lagi tiupan angin yang membawa sebagian air ke delam perahu, sungguh pengalaman yang "gila" bagi teman-teman yang baru kali ini merasakan digoyang ombak laut. Sedikit menengok ke luar perahu, tampak dari lambung kanan pulau Barrang Lompo, artinya Pulau Kodingareng Keke tujuan kami sudah dekat. Di bagian haluan perahu kami tidak bisa melihat apa-apa, selain karena ombak dan angin, juga karena bagian haluan ditutup terpal agar air laut tidak masuk membasahi kami.
Tepat pukul 10:30 sang nahkoda mulai memperlambat putaran mesin, terpal pelindung mulai digulung kembali, tampaklah di depan kami Pulau Kodingareng Keke memanjang dari utara ke selatan dengan pohon cemara laut yang tak lebih dari 10 pohon, selebihnya hanya tumbuhan perdu yang tumbuh liar di atas hamparan pasir. Perahu merapat ke pantai, sebenarnya di pantai timur pulau ada dermaga, tapi Karena angin musim timur yang bertiup cukup kencang akhirnya perahu merapat ke pantai barat yang airnya masih teduh.

                 SONY DSC

Pulau Kodingareng Keke memang sangat istimewa, salah satu keistimewaannya adalah kedua sisi pantai pulau mempunyai jenis pasir yang berbeda. Bila kita berada di bagian utara Pulau Kodingareng Keke kita akan menikmati pasirnya halus, sedangkan di bagian selatan pantainya dipenuhi kerikil-kerikil kecil dan pecahan karang-karang halus. Keistimewaan berikutnya adalah panorama alam yang harmonis dengan hamparan pasir putih dan biru laut. Selanjutnya adalah kekayaan bawah lautnya yang dihiasi oleh terumbu karang dan berbagai macam biota laut membuat Kodingareng Keke menjadi tempat favorit bagi para penyuka diving dan snorkeling.

                 SONY DSC

Jika Air laut sedang surut, tampak dataran yang cukup luas di sisi sebelah barat dan barat daya Pulau Kodingareng. Perairan sebelah barat laut hingga 1,5 mil keluar dari Pulau Kodingareng Keke adalah perairan yang cukup luas dengan kedalaman kurang dari 5 meter, sedangkan perairan di sebelah timur dan selatan adalah perairan yang cukup dalam, alur pelayaran masuk dan keluar dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

                 SONY DSC


Di pulau kami bertemu dengan rombongan teman-teman dari @comasu_mks dan @ESpermonde. Mereka tidak berencana untuk menginap, sore hari menunggu ombak agak teduh baru mereka akan kembali ke Makassar. Artinya camping area yang terbatas di pulau Kodingareng Keke cukuplah untuk menampung rombongan kami yang 24 orang 10 tenda.

                 SONY DSC


Selesai merapikan barang, satu persatu teman-teman mulai tergoda untuk ber-snorkeling. Di sisi timur pulau nampak ombaknya masih tinggi, sebagian teman-teman lebih memilih snorkeling di pantai barat meski pemandangan bawah laut di pantai timur lebih indah dan beraneka ragam. Sementara teman-teman lain yang takut kulitnya terbakar lebih memilih tidur-tiduran di hammock, belum ada tenda yang kami pasang, karena tiupan angin yang sangat kencang pasti akan menerbangkan tenda-tenda itu.

                 SONY DSC

Puas ber-snorkeling sampai sore, saatnya menikmati sunset yang pasti sangat indah sore itu. Angin mulai bersahabat menjelang malam, mungkin karena sebentar lagi sang bulan juga akan menampakkan sinarnya. Suasana yang sangat romantis, di pulau tak berpenghuni, dengan deburan ombak dan tiupan angin laut serta kilauan warna jingga dari matahari yang hampir tenggelam di ufuk barat, inilah salah satu Surga Di Selatan.

                 SONY DSC


Malam hari kami lewati dengan penuh canda, saling berbagi pengalaman, dan tak lupa berbagi makanan. 10 tenda telah terpasang, kami pun membagi diri sesuai dengan kapasitas tenda yang ada. Malam itu kami hanya mampu bertahan sampai pukul 24:00, mungkin karena kelelahan di perjalanan dan juga saat snorkeling. Kami pun menuju tenda masing-masing, mencari posisi yang enak buat malam pertama di Pulau Kodingareng Keke.

                 SONY DSC

Pukul 05:30 semburat jingga di langit serta tiupan sepoi-sepoi dari timur laut membangunkan saya untuk shalat subuh, sungguh nikmat suasana subuh di pulau ini. Meski tak ada kokok ayam dan candaan burung-burung, namun semua terbayar dengan suasana pagi yang beda. Sebagian teman-teman mulai terbangun dari tidur yang sangat nikmat semalam, sebagian mulai menyiapkan sarapan di dapur utama di sisi bak sampah (untuk melindungi api kompor dari tiupan angin). Melihat ombak yang tak lagi tinggi seperti kemarin, saya pun memulai snorkeling di pantai timur. Betul-betul surga bawah laut, aneka biota laut hilir mudik tanpa canggung di hadapan saya. Sesekali bersembunyi di antara karang-karang cantik. Pagi yang indah di Pulau Kodingareng Keke.

                 SONY DSC

Pukul 09:30 perahu mulai beranjak meninggalkan pulau, tiga ekor kucing penghuni Pulau Kodingareng Keke kembali kesepian dan tanpa bekal makanan, kembali menanti pengunjung pulau atau nelayan yang singgah member sisa makanan. Pulau Kodingareng Keke kembali sepi, berteman ombak dan angin, sesekali melambai mengajak penikmat keindahan untuk datang padanya..
Info:
1. Pulau Kodingareng Keke adalah salah satu dari 11 pulau yang masuk dalam wilayah di kota Makassar
2. Terletak di koordinat 05°6.35′43″S119°17.29′18″E
3. Akses menuju ke Pulau Kodingareng Keke bisa lewat dermaga kayu bangkoa, dermaga Benteng Panynyua atau via dermaga Paotere
4. Sewa perahu antara 400 ribu – 500 ribu /sekali jalan
5. Jarak pulau dengan dermaga Paotere sekitar 15 KM, dermaga Benteng Panynyua dan Kayu Bangkoa sekitar 13 KM
6. Di Pulau Kodingareng Keke tidak ada sumber air tawar, disarankan untuk membawa persediaan dari kota Makassar
7. Di Pulau Kodingareng Keke tidak ada resort, penginapan atau fasilitas lain kecuali beberapa bak sampah

No comments: