Sunday, June 16, 2013

Air Terjun Parangloe

Sulawesi Selatan adalah propinsi yang memiliki air terjun terbanyak di pulau Sulawesi, tak kurang dari 30 air terjun dengan tinggi, tingkatan dan debit air yang beraneka ragam ada di Sulawesi Selatan.
Dari sekian banyak air terjun tersebut, tak lebih dari 50% yang sudah dikelola secara professional oleh pemerintah atau pun swasta. Dari sekian banyak air terjun tersebut, kali ini kami akan bercerita tentang air terjun Parangloe.



Air terjun Parangloe terletak di desa Parangloe kecamatan Parangloe kabupaten Gowa. Dapat ditempuh dengan perjalanan darat kurang lebih sekitar 1-1,5 jam atau sekitar 43 KM dari kota Makassar. Namun jarak tempuh tersebut bisa di minimalisir bila melalui jalur Hertasning baru – Pattalassang, start dari lapangan Hertasning kami hanya menempuh jarak 29 KM, kemudian dilanjutkan berjalan kaki sekitar 2 KM untuk sampai ke air terjun.

 
Air Terjun Parangloe Yang Eksotik (Dok. @rerealfareezy)

Sekitar 13 KM dari bendungan Bili-bili anda akan menemukan kantor dinas kehutanan dan pengendali kebakaran hutan di sebelah kiri jalan. Nah, tepat sisi timur kantor tersebut ada jalan berbatu agak menanjak, di situlah jalur masuk ke air terjun Parangloe. Dibutuhkan sedikit kejelian, karena tidak ada satu pun petunjuk yang mengarahkan ke air terjun Parangloe, namun bila kita bertanya ke warga sekitar mereka akan mengarahkan anda menemukan jalan ke air terjun tersebut.

 
Tempat Penitipan Motor (Dok. @rerealfareezy)

Setelah melewati kantor kehutanan, tepat di ujung pagar ada sebuah bangunan di sebelah kanan, sebuah rumah pengawas hutan dan demplot penggemukan sapi milik warga. Halamannya cukup luas, bisa menampung hingga seratus motor, di sinilah biasanya pengunjung menitipkan kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Di musim hujan seperti ini sangat dianjurkan untuk tidak membawa kendaraan ke kawasan air terjun, selain karena jalannya yang licin, di sepanjang jalan banyak pohon-pohon tumbang yang melintang yang pasti akan mengganggu perjalanan anda.

 
Jalan Ke Air Terjun Parangloe (Dok. @rerealfareezy)

Dari tempat penitipan motor, kita akan berjalan sekitar 2 KM dengan medan jalan yang berbatu bahkan sebagian berlumpur. Sebenarnya jalan dengan lebar sekitar 3 meter sudah tersedia sampai di air terjun, tapi kondisinya sangat tidak layak untuk kendaraan bermotor, ditambah lagi banyak pohon tumbang yang melintang di tengah jalan. Menyusuri jalan berbatu, dengan kemiringan sampai 30 derajat sebenarnya adalah nilai plus dari perjalanan ke air terjun Parangloe, kita bisa dengan leluasa menikmati hutan tropis yang masih asri, hutan yang rimbun menjadi pelindung dari panas matahari, ditambah lagi bunyi-bunyian yang dikicaukan oleh burung-burung liar yang banyak di hutan tersebut.

 Pohon-pohon Tumbang Yang Menghalangi Perjalanan (Dok. @rerealfareezy)

Setelah berjalan kaki sekitar 2 KM, terdengarlah gemuruh air terjun, di sebuah tanah lapang selebar lapangan volley jalur akan terpisah, untuk menuju ke dasar air terjun maka kita akan mengambil jalur kiri ditandai dengan sebuah prasasti korban air terjun Parangloe. Dari prasasti tersebut perjalanan akan semakin ekstrim, sudut kemiringan jalan hingga 45 derajat ditambah lagi jalan yang licin. Namun semua pasti akan terbayar begitu anda sampai di bawah di dasar air terjun, pemandangan yang luar biasa tersaji indah di depan mata, air terjun Parangloe.

Salah Satu Prasasti Korban Air Terjun Parangloe (Dok. @rerealfareezy)

Air terjun Parangloe memiliki karakteristik air terjun yang bertingkat dengan susuan batu yang menarik dengan airnya yang jernih karena bersumber dari pegunungan. Sungai dengan lebar antara 10 meter – 20 meter menghasilkan debit air yang cukup melimpah di musim hujan, tapi sebaliknya akan sangat minim saat musim kemarau. Inilah air terjun Parangloe, salah satu air terjun paling indah di Sulawesi Selatan.

No comments: