Thursday, July 19, 2012

1 Day Trip Rammang-Rammang

Pagi itu, Kamis 17 Mei 2012 cuaca kota Makassar sangat bersahabat
Jalan perintis kemerdekaan terasa beda dengan hari-hari sebelumnya, lengang! Maklum tanggal merah.



Sekelompok remaja sedang bersenda gurau di bawah halte di depan kampus STMIK DN, satu persatu yang lain tampak bergabung dan mengambil bagian dalam perbincangan, mereka adalah “Komunitas Jalan-Jalan Seru” hari itu mereka sepakat untuk melakukan perjalanan ke sebuah tempat unik yang menjadi bagian dari kawasan karst Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, kawasan karst terbesar di Indonesia dan hanya tiga di dunia, inilah taman batu Rammang-rammang.

Rammang-rammang terletak di desa Salenrang atau sekitar 10 KM dari kota Maros arah utara menyusuri poros trans Sulawesi, kita akan mendapati jalan masuk ke pabrik semen bosowa, sekitar 400 meter akan terlihat pembangkit listrik PLN dan disebelah pembangkit tersebutlah jalan menuju ke dusun Rammang-rammang.
15 motor, 27 orang, jumlah yang cukup banyak untuk rombongan yang akan menyusuri celah-celah sempit di antara bebatuan Rammang-rammang. Di pandu oleh Irfan, seorang anak warga dusun, kami pun mulai menyusuri pematang sawah menuju celah bebatuan Rammang-rammang.

Pematang yang tadinya agak keras kini mulai terasa basah, dan selanjutnya satu persatu teman-teman mulai melucuti alas kaki karena pematang yang kami lalui mulai berair.

Bagi saya, ini adalah kunjungan kedua di Rammang-rammang, dan jalur yang kami lalui ini adalah jalur termuda karena hanya bagian luar dari taman batu Rammang-rammang. Waktu kunjungan pertama, saya ditemani oleh pak Badaruddin menyusuri hamper tiap celah bebatuan di Rammang-rammang ini.

Medan yang kami lalui semakin sulit, bila tadi hanya melewati pematang yang berlumpur, kini kami harus turun dari pematang dan menyusuri air yg di dasarnya juga berlumpur. Itulah kondisi yang terus kami lewati, sesekali kami berhenti untuk sekedar berpose atau menikmati gugusan batu-batu hitam disekitar kami.

Rawa dan batu, itulah medan yang kami lalui, lelah? Pasti! Menyesal? “Hmmm… nda’lah…” ujar salah seorang teman peserta #1DayTrip.

Sekitar 30 menit kami berkutat dengan lumpur, air dan rumput liar, sekitar 50 meter lagi perjalanan mengitari gugusan batu Rammang-rammang akan berakhir, tapi inilah medan paling sulit, sawah dengan lumpur yang hampir selutut, di ujung pematang sawah sudah menanti jalan raya dusun.

Setelah ngaso sedikit dibawah rumah salah seorang warga, kami pun melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya, Taddeang Maros.


15 motor mulai menyusuri jalan beton menuju pabrik semen BOSOWA, selanjutnya mengambil jalur kanan menuju taman purbakala Leang-leang dan kemudian keluar di poros Maros-Bone, kami mengambil jalur kiri menuju arah ke Bantimurung/Bone.

Sekitar 5 KM dari Bantimurung, di sebuah jembatan di dusun Samangki kami membelok ke kanan menyusuri jalan setapak melewati kebun dan empang milik warga, sekitar 50 meter dari jalan poros, tibalah kami di sebuah lapangan kecil yang datar dengan landsekap yang sempurna, tebing di belakang dan sungai dengan bebatuan dan airnya yang sejuk di depan kami.

Tanpa dikomandoi, semua tiba-tiba sibuk dengan aktifitas masing-masing, ada yang langsung menceburkan diri di sungai, ada yang mengambil air wudhu, ada yang Cuma membersihkan celana dari sisa lumpur di Rammang-rammang dan ada juga yang hanya merebahkan diri melepas lelah sembari menikmati sejuknya alam Taddeang.

Jam 15.00, rasa lapar tak bisa lagi kami sembunyikan, meski sebenarnya tadi sempat hilang karena semua asik menikmati sejuknya air sungai. Semua berkumpul, mengeluarkan bekal masing-masing yang dibawah dari rumah, dari biscuit, donat, bolu sampai pizza, komplit!! Apalagi ditemani sama kopi hangat dan bunyi air sungai, makan siang yang sempurna..

Setelah berkemas, kami meninggalkan Taddeang, tapi satu lagi yang tak boleh kami lewatkan... jagung rebus di dusun Samangki..
Selanjutnya, kami sudahi perjalanan #1DayTrip, kembali ke Makassar, menikmati polusi udara dan suara..



Pose sebelum berangkat, cafe halte STMK DN


Menyusuri Pematang sawah


Tetap semangat, ingat waktu maba di ospek


Srikandi Belantara


Tetap pasang senyum dengan sendal di pelukan


Istirahat sejenak, jangan lupa foto! Wajib!!


Medan terberat, akhir dari penelusuran


Sukses sampai di "Garis finish"ayo periksa kuku kaki



Berpose dengan latar belakang Taman Batu Rammang-rammang



Istirahat di Taddeang


Ini yang paling seru, tidak bisa lihat air sungai, bawaannya langsung mau nyeburrr



Nampang dulu sebelum pulang


Ditulis di Makassar 19 Juli 2012

1 comment:

Anonymous said...

Kangen suasanan ini